Resume Manajemen Pemasaran Materi Bauran Pemasaran (Lokasidan Distribusi) Pertemuan 12

 BAURAN PEMASARAN

A.                Konsep Lokasi Dalam Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran atau marketing mix merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam dunia bisnis. Secara harfiah marketing mix ini merujuk pada seorang eksekutif bisnis yang bertugas sebagai peracik bahan-bahan. Dalam hal ini yang berhubungan dengan pemasaran bisnis. Konsep bauran pemasaran Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P, yakni Produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion). Sementara menurut Boom dan Bitner menambah dalam bisnis jasa, bauran pemasaran di tambah 3p yakni: Orang (people), bukti fisik (physical Evidence), proses (Process).

Konsep tempat ini maksudnya adalah lokasi untuk melakukan proses jual beli produk baik barang maupun jasa. Konsep ini sangat penting terutama bagi usaha konvensional. Perusahaan dengan bisnis konvensional harus paham betul di mana lokasi yang strategis. Setidaknya yang mudah dikunjungi oleh konsumen. Namun itu dikhususkan untuk bidang usaha konvensional saja. Sementara saat ini sudah marak yang namanya bisnis modern atau bisnis online. Oleh karena itu di jaman ini pengertian aspek tempat lebih beragam. Terutama disesuaikan dengan media yang digunakan.

B.                 Kriteria Daerah Kinerja Yang Positif Untuk Pemasaran

Dalam strategi untuk memilih kriteria daerah kerja yang baik untuk dilakukanya pemasaran yaitu:

a.       Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha 

Dimana dalam hal ini semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari usahanya tersebut. Sehingga faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran yang ada. 

b.      Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 

Dimana dalam hal ini tingkat pendapatan masyarakat juga dapat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya daya beli konsumen yang ada. 

c.       Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang melewati bisnis anda

Dalam hal ini juga harus memperhatikan juga bagaimana kondisi laingkungan anda keramaian lingkungan anda , semakin ramai orang yang tau akan usaha anda maka akan lebih banyak konsumen yang tertarik dengan produk anda 

d.      Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 

Dalam hal ini juga semakin banyak jenis usaha yang ada di sekitar lokasi anda , maka konsumen yang akan datang kedaerah anda juga akan semakin ramai.

e.       Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 

Dalam pemilihan lokasi usaha sendiri sebaiknya jangan sampai salah memilih lokasi denganbudget dana yang sudah di rencanakan, dan juga dalam penentuan lokasi usaha sendiri sebaiknya melihat bagaimana strategis lokasi tersebut untuk dijalnkan usaha. 

f.       Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 

Lokasi dengan banyak perusahaan atau pengusaha dengan bisnis yang sama sebaiknya anda hindari dan memilih lokasi yang menurut anda usaha anda dapat memberikan kesan yang lebih dikonsumen , akan tetapi apabila lokasi tersebut strategis maka hendaknya anda juga harus mempersiapkan inovasi baru yang membedakan usaha anda terhadap perusahaan sejenis yang ada. 

g.      Akses menuju lokasi 

Usahakan lokasi juga cukup mudah untuk diakses oleh konsumen sehingga konsumen mudah untuk mengakses lokasi usaha anda

h.      Tingkat keamaanan 

Usahakan lokasi usaha sebaiknya aman sehingga menambah kenyamanan dari para konsumen yang akan membeli di usaha anda.

i.        Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

Selalu menjaga kebersihan dari lingkungan sekitar usaha anda agar konsumen merasa nyaman ketika akan berkunjung ke lokasi usaha anda. 

C.                Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegiatan Pemasaran

Persyaratan legislasi wilayah yang relevan berkenaan dengan K3 dan prosedur manajement resiko dalam pengelolaan kegiatan promosi, yaitu :

a.         Persyaratan legislatif K3 yang relevan terkait dengan penggunaan bahan kimia tertentu dan proses di tempat kerja.

b.         Peraturan perundang-undangan tentang privasi atau kode etik.

c.         Persamaan pekerja dengan kebutuhan tertentu.

Faktor-faktor yang menjadi penentu tempat kerja, dalam k3 dapat berupa besarnya organisasi dan jenis industri, struktur organisasi, komitmen manajemen, bentuk manajemen dan pengetahuan dan keterampilan K3 dari organisasi, budaya tempat kerja yang termasuk hubungan industrial dan budaya keselamatan.

D.                Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Saluran distribusi merupakan lembaga - lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur, yang memiliki kegiatan menyalurkan barang -barang atau jasa -jasa, dari pihak produsen ke konsumen. Terdapat beberapa unsur penting dalam saluran distribusi, yakni : 

1.      Saluran distribusi merupakan jalur yang digunakan produsen untuk memindahkan produk mereka, melalui suatu lembaga yang dipilihnya.

  1. Saluran distribusi mengalihkan kepemilikan produk, baik secara langsung maupun tak langsung, dari produsen kepada konsumen.
  2. Saluran distribusi bertujuan untuk mencapai pasar tertentu, karena pasar merupakan tujuan akhir kegiatan saluran distribusi.
  3. Saluran distribusi merupakan satu kesatuan dalam sistem kegiatan (fungsi) yang lengkap guna menyalurkan produk.

Fungsi utama saluran distribusi adalah untuk menyalurkan barang dari produsen menuju ke konsumen. Karena fungsi utamanya adalah untuk menyalurkan barang, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi ini haruslah memiliki pertimbangan yang tepat dan baik. Sebab, konsumen adalah subjek utama dalam penyaluran barang ini. Fungsi -fungsi saluran distribusi ini lebih lanjut juga dijelaskan oleh Kotler. Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) tersebut, meliputi:

1.      Information, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mengumpulkan informasi penting mengenai konsumen dan pesaing. Dengan informasi ini, perusahaan dapat merencanakan dan membantu pertukaran barang.

2.      Promotion, yakni saluran distribusi yang berfungsi sebagai pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif terkait produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

3.      Negotiation, yakni saluran distribusi yang berguna untuk mencoba menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan adanya perpindahan hak pemilikan.

4.      Ordering, yakni sebagai fungsi agar pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.

5.      Payment, yakni agar pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lain.

6.      Title, yakni saluran distribusi yang mendorong adanya perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7.      Physical Possession, yakni untuk mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai kepada konsumen akhir.

8.      Financing, yakni saluran distribusi guna meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran distribusi.

9.      Risk Taking, yakni untuk menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi. Hal ini dilakukan dengan langkah -langkah tertentu seperti melakukan riset pemasaran.

E.                 Tipe-Tipe Distribusi

1.      Produsen ke Konsumen

Tipe distribusi yang terjadi antara produsen langsung ke konsumen. Biasanya jenis yang satu ini terjadi dengan cukup singkat dimana produk yang dihasilkan oleh produsen langsung diberikan atau berpindah tangan langsung ke tangan konsumen.

2.      Produsen, Pengecer, dan Konsumen

Dengan adanya pengecer diantaranya maka produsen tidak langsung memberikan barang produksinya ke konsumen. Namun terlebih dahulu melewati pengecer. Melalui pengecer ini nantinya produsen tidak akan langsung menemui konsumen nya. Hal ini tentu juga sebagai langkah pemasaran yang tepat guna.

3.      Produsen ke Pedagang Besar, Kemudian Pengecer dan Konsumen

Produsen yang dimaksud adalah produsen dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Selain itu produsen tentu saja akan memberikan atau menaruh produknya pada sebuah perusahaan besar yang dalam hal ini akan disebut sebagai pedagang besar. Setelah sampai di pedagang besar, produk nya tidak akan langsung turun ke tangan konsumen secara langsung. Setelah berada di tangan pedagang besar, maka produk akan di salurkan ke pengecer. Untuk langkah dan proses selanjutnya akan sama dengan yang terjadi pada poin ke 2.

4.      Produsen Melalui Agen, Pengecer, Konsumen

Produsen akan menunjuk agen untuk menyalurkan produknya, biasanya setelah produk sampai ditangan agen, maka agen akan mencari pengecer yang tepat untuk ditunjuk sebagai penyalur.

F.                 Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Dalam setiap kegiatan tentunya terdapat suatu permasalahan yang dialami dimana permasalahan itu bisa terjadi baik pada individu ataupun pada kelompok sehingga dibutuhkan suatu upaya pengendalian agar dapat meminimalisir terjadinya permasalahan tersebut terutama dalam bidang pemasaran. Untuk  meningkatkan volume penjualan dengan saluran distribusi perusahaan memberikan pembinaan kepada agen atau tenaga penjual agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

G.                Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerjasama antar saluran. Meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi konflik. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal. Menurut FandyTjiptono (2008:215).

a.         Konflik HorizontalKonflik ini terjadi di antara para perantara yang sejenis. Konflik horizontal bisa berupa:

1.             Konflik antara perantara yang menjual barang sejenis.

2.             Konflik antara perantara yang menjual barang yang berbeda.

Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

b.         Konflik VertikalKonflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi dan terdiri dari:

1.             Konflik antara produsen dan pedagang grosir.

2.             Konflik antara produsen dan pengecer.

Sumber konflik umumnya adalah ketidaksamaan tujuan, hak dan peranan yang tidak jelas, perbedaan persepsi dan sangat besarnya ketergantungan perantara kepada produsen. Solusi untuk konflik saluran distribusi suatu perusahaan dapat menerapkan salah satu atau beberapa strategi menurut Fandy Tjiptono (2008:216), sebagai berikut:

1.         Bargaining Strategy, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar-menawar dimana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga berbuat serupa.

2.         Boundary Strategy, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, dimana kedua belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi.

3.         Interpenetration Strategy, yaitu memecahkan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing.

4.         Super Organisasional Strategy, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menangani konflik. Strategi ini terdiri atas 4 (empat) macam, yaitu:

a.       Conciliation, yaitu upaya informal pihak ketiga untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik dalam rangka membuat perjanjian damai.

b.      Mediation, yaitu pihak ketiga merekomendasikan penyelesaian bagi kedua belah pihak.

c.       Compulsory arbitration, yaitu menggunakan lembaga hukum untuk menyelesaikan konflik.

d.      Voluntary arbitration, yaitu menggunakan pihak ketiga yang disepakati bersama (di luar lembaga hukum) untuk menyelesaikan masalah.

5.         Superordinate goal strategy, yaitu para anggota saluran yang berkonflik menetapkan tujuan bersama.

6.         Exchange of person strategy, yaitu masing-masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil. Tujuannya adalah agar masing-masing pihak dapat memahami sudut pandang dan situasi dan dihadapi pihak lain.

7.         Cooptation, yaitu menggunakan pimpinan organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasehat atau dewan direktur untuk didengarkan pendapatnya dalam mengatasi konflik

 

Komentar

Postingan Populer