JADI PENGUSAHA MANDIRI

NAMA  : NINDA IKE ALVIONITA
NIM      : 180321100108
KELAS : B

BAB I
JADI PENGUSAHA MANDIRI (JAPRI)
Apa itu program JAPRI?
Program JAPRI terdiri dari beberapa kompenen kegiatan antara lain pelatihan soft skills pembekalan motivasi,bagaimana mencari ide bisnis, meningkatkan kepercayaan diri memulai berusaha, diikuti oleh pelatihan hard skils berisi teknis keterampilan wirausaha dan dan dilanjutkan program pembinaan, dan pendampingan kewirausahaan.
Tujuan Program JAPRI :
1.       Menggerakkan minat berwirausaha dan mengambil resiko pada diri anak muda atau remaja.
2.       Memfasilitasi anak muda kurang mampu yang memiliki potensi berwirausaha.
3.       Memberikan dukungan berkelanjutan bagi peserta program, termasuk pembinaan, pendampingan, modal awal, hubungan dengan komunitas usaha.
Karakter Pengusaha Sukses :
1.       Buat passion jadi usaha
2.       Jalankan dengan serius
3.       Rencanakan semuanya dengan matang
4.       Mengelola uang dengan bijak
5.       Fokus terhadap konsumen dan pelanggan
6.       Ciptakan keunggulan kompetitif
Menjadi Pengusaha Yang Beretika :
Etika dalam hal ini adalah cara-cara dalam melakukan kegiatan usaha, yang mencakup sikap atau moral pengusaha dalam lingkungan usaha serta masyarakat dan pelaku didalam rantai nilai usahanya. Seorang pengusaha yang baik akan mengelola usahanya secara sehat, tidak merugikan orang lain namun menguntungkan masyarakat. Beberapa cara menjadi pengusaha yang beretika :
1.       Jujur
Kejujuran adalah salah satu hal yang penting yang dapat membangun kepercayaan konsumen, misalnya memberikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan produk yang kita tawarkan.
2.       Komitmen
Seorang pengusaha senantiasa dipercayai konsumen apabila dirinya komitmen memberikan pelayanan kepada konsumen mulai dari awal usaha dijalankan sampai usahanya besar
3.       Loyalitas / Kesetiaan
Loyalitas adalah hal yang diperlukan agar usaha berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik
4.       Kepedulian
Seorang pengusaha harus menjadi pribadi yang menunjukkan kepedulian,simpatik, dan baik hati
5.       Mematuhi aturan
Dunia usaha tentu memiliki aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis, patuhilah aturan-aturan tersebut agar dapat menjadi pengusaha yang disegani masyarakat serta lingkungan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia.


BAB II
GALI IDE USAHAMU
Analisis Pros-Cons (Aspek Positif Dan Aspek Negatif)
Analisis Pros-Cons adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui apakah ide bisnis layak dijalankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positif dan aspek negative dari masing-masing ide usaha. Analisis sederhana ini digunakan apabila ada lebih dari satu ide usaha. Dengan menggunakan analisis pros-cons ini kita dapat mengetahui man aide usaha yang sekiranya lebih cocok untuk kita lakukan.
Dalam analisis ini pengusaha harus mencari, mengumpulkan, dan mencatat semua informasi mengenai semua usulan mengenai ide usaha kemudian mengelompokkannya apakah termauk aspek positif atau aspek negative. Beberapa informasi yang harus didata adalah :
1.       Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut
2.       Ketersediaan bahan baku
3.       Kemudahan mendapatkan bahan baku
4.       Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
5.       Keberadaan dan jumlah pesaing yang memiliki produk sejenis
Contoh analisis Pros-Cons :
Andi memiliki dua ide usaha yaitu usaha keripik bayam dan usaha kue bolu. Andi melakukan analisis pros-cons sebagai berikut
Untuk melakukan analisis pros-cons buatlah tabel seperti dibawah ini. Tabel ini digunakan untuk satu ide usaha apabila mempunyai du aide usaha maka buat dua tabel seperti ini.
Pros (positif)
Cons (negative)
1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.
5.
5.
6.
6.
7.
7.
8.
8.
9.
9.
Total aspek positif :
Total aspek negative :
Setelah mengetahui apa saja aspek positif dan negative yang dimiliki, keseluruhan poin-poin tersebut di total. Tabel usaha yang memiliki total aspek positif lebih banyak dari total aspek negative yang dinilai paling layak untuk dijalankan.
Contoh : Andi memiliki du aide usaha yaitu usaha keripik dan usaha roti bolu. Setelah membuat tabel aspek positif dan negative diatas didapatkan hasil sebagai berikut:
Usaha keripik bayam
Usaha roti bolu
Total aspek positif : 7
Total aspek positif : 6
Total aspek negative : 5
Total aspek negative : 5
Jumlah  : 2
Jumlah : 1
Jika dilihat dari hasil diatas ide usaha keripik bayam yang layak untuk dijalankan karena memiliki aspek positif yang lebih banyak.
ANALISIS SWOT
Analis SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha serta melihat peluang (Opportunities) dan dan mencarari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Informasi yang digunakan dalam analisis SWOT adalah informasi yang berasal dari usulan ide usaha yang telah lolos analisis pros-cons. Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang yang ada, dan bersiap menghadapi ancaman dan gangguan yang muncul.



BAB III
KENALI USAHA KU
Siapa Konsumen Produkku ?
Karena kebutuhan konsumen berbeda-beda dan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan dipenuhi kebutuhannya Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriteria calon konsumen. Kriteria tersebut
meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya.
Setelah target calon konsumen telah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah membuat slogan. Slogan adalah salah satu cara untuk membuat target calon konsumen ingat dengan barang atau jasa yang dijual pengusaha. Slogan juga akan membedakan barang atau jasa yang dijual seorang pengusaha dengan pengusaha lain. Slogan harus singkat, mudah diingat, mudah diucapkan, dan ada hubungannya dengan keunggulan barang atau jasa yang dijual.

KEUNGGULAN BERSAING
Dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha pasti akan menghadapi persaingan. Beberapa pesaing sudah diidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Ada beberapa cara untuk menghadapi, bertahan, dan unggul dalam persaingan tersebut. Salah satunya adalah dengan memiliki keunggulan bersaing. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu:
1.       Biaya produksi yang lebih mudah
Biaya produksi yang lebih murah dapat dilakukan melalui beberapa hal. Misalnya dengan menciptakan proses produksi yang mudah, mencari supplier (pemasok) bahan baku yang murah namun tetap sesuai dengan standard, membeli bahan baku dalam jumlah yang banyak (grosir), sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari pada harga eceran. Dengan begitu penjual dapat menjual produknya dengan harga yang lebih murah dari penjual yang lain.
2.       Menciptakan perbedaan dengan produk pesaing
Perbedaan disini bukan hanya sekedar berbeda penampilan atau rasa, namun perbedaan yang benar-benar dibutuhkan dan memberi manfaat lebih bagi konsumen dan pelanggan. Menciptakan perbedaan unik yang belum dimiliki oleh pesaing, yang membuat konsumen senang dan ingat dengan produk kita dan ingin terus melakukan pembelian.



BAB IV
PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN
Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dikatakan produksi adalah saat mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Misalnya, seorang penjahit mengolah kain menjadi pakaian yang siap dipakai, atau pabrik roti mengolah beberapa bahan baku untuk menjadi roti yang siap dimakan. Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang / jasa yang dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan biaya produksi harus dihitung dengan benar agar pengusaha tidak mengalami kerugian.

A.Sumber Daya Utama, Modal Awal, dan Alur Produksi
Peralatan yang digunakan
Dalam membuat suatu produk pasti membutuhkan peralatan untuk mendukung proses produksi. Contohnya dalam membuat produk kue kita membutuhkan oven, mixer, baskom, Loyang, dan lain sebagainya. Buatlah tabel rincian alat-alat yang digunakan untuk kegiatan produksi beserta dengan harganya.

No
Alat yang digunakan
Jumlah unit yang dibutuhkan
Sudah dimiliki/ belum
Biaya (Rp.)
1
Wajan
2
Sudah 1
100.000
2
Kompor
1
Belum
350.000
3
Baskom
3
Sudah 1
50.000
4
Sendok penggorengan
1
Sudah

5
Sendok makan
2
Sudah

6
Tabung LPG
1
Belum
150.000
7
Timbangan
1
Sudah

TOTAL
650.000
Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya -
biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan
lancar :
1.       Biaya promosi awal
2.       Biaya sewa tempat ( jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
3.       Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
4.       Uang untuk membeli bahan baku awal produksi
No
Biaya- biaya
Keterangan
Biaya (Rp)
1
Biaya promosi awal
(biaya pemasaran)
Bannaer dan brosur
500.000
2
Biaya sewa tempat
(jika dibayar dimuka)
-
-
3
Biaya resiko
(untuk jaga-jaga)
-
100.000
4
Biaya bahan baku dan produksi awal
-
120.000
TOTAL
720.000
Sehingga, total modal awal yang dibutuhkan saat memulai usaha, yaitu:
Biaya untuk membeli peralatan (a) = 650.000
Biaya lainnya (b) = 720.000
Total (a) + (b) = Rp. 1.370.000

1.     Memahami Dengan Pasti Alur Proses Produksi
Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Isilah kotak di bawah ini untuk memastikan bahwa kita mengetahui langkah-langkah dalam membuat produk, mulai dari saat menyiapkan bahan baku hingga barang siap untuk dijual.

B. Biaya Produksi
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:
a.       Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan baku utama yang tidak bisa digantikan.
b.      Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya untuk membayar orang yang melakukan proses produksi
c.       Biaya Pendukung yaitu semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung
Jika 3 biaya – biaya di atas dijumlahkan, maka total 3 biaya tersebut disebut Harga Pokok Penjualan atau biasa disingkat HPP. Menghitung HPP sangat penting Agar bisa diketahui berapa modal yang dibutuhkan untuk proses produksi. Dengan mengetahui biaya yang dikeluarkan, pengusaha bisa menetapkan harga jual dengan benar.

C. Menetapkan Harga Jual
Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual harus lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi.

D. Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Selain biaya produksi, dalam melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh seorang pengusaha, yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai ( jika ada), biaya promosi, dan lain-lain.

E. Perhitungan Untuk Menutupi Biaya Operasional
            Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual. Contoh biaya sewa tempat Rp. 100.000 jika keripik bayam terjual 100 bungkus per bulan, biaya sewa tempat Rp. 100.000, jika keripik bayam terjual 500 bungkus per bulan, biaya sewa tempat juga Rp. 100.000. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan.Cara menghitung BEP yaitu membagi Total Biaya Operasional dengan Laba Kotor Per Unit.

F. Perhitungan Balik Modal
Untuk menghitung berapa unit yang harus terjual supaya modal awal kembali adalah dengan cara Modal awal memulai dibagi dengan Laba kotor per unit.

G. Target Produksi, Penjualan, dan Perkiraan Laba
Perkiraan penjualan dan laba kotor sangat bisa berubah tergantung rencana dan target
masing-masing pengusaha. Setelah diketahui laba kotor dan biaya operasional setiap bulan,
maka pengusaha bisa mengetahui berapa laba bersih setiap bulannya.
BAB V
PEMASARAN

A.      MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF
Agar dapat menjual barang/jasa dengan baik, diperlukan suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita. Namun, sebelum kita masuk lebih dalam, mari kita ulas sedikit mengenai makna dari strategi pemasaran.
Strategi pemasaran: cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur
penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.

Manfaat strategi pemasaran
-          Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
-          Menentukan harga jual yang tepat.
-          Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga),place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi). Sebelum menerapkan 4P ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
-          Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen.
-          Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh
konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya.
-          Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.
-          Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
B.      ANGGARAN PEMASARAN
Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran spemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen.
Contoh Anggaran Pemasaran
Bulan : Desember 2017
Aktivitas : Promosi

Media promosi
Harga per satuan
Total kebutuhan
Total biaya
Brosur
1.000
100 lembar
100.000
Spanduk
100.000
2 buah
200.000
TOTAL
300.000



BAB VI
RANCANG KEUANGAN USAHAMU

A.      KEUANGAN PRIBADI DAN KEUANGAN USAHA
Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi
menjadi sehat dan seimbang:
1.       Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
2.       Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
3.       Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
4.       Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
5.       Gaji diri sendiri

Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan
hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang
boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan
sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan
hutang. Bagaimana caranya?
1.       Melakukan pencatatan
Lakukan pencatatan dengan rapi setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali
catatan Anda setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk
memproduksi barang, berapa uang yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa
keuntungan setiap hari dan minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang
diperoleh dalam sebulan.
2.       Alokasi Dana
Dari keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat
2. 10% untuk ditabung
3. 50% untuk belanja keluarga dan pribadi
4. 25% untuk membayar cicilan hutang
5. 12.5% untuk tabungan usaha atau pengembangan usaha
3.  Memisahkan uang usaha dengan uang pribadi

B. MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha.
Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan
uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan
salah satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat
mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan
atau tidak. Berikut adalah tabel yang digunakan untuk pencatatan saat masa operasional
usaha.

PENCATATAN KEUANGAN
NAMA USAHA :
BULAN :                                s.d
MATA UANG :

1

23

DAFTAR
CASH
SALDO
TANGGAL
NO NOTA
Dibayarkan ke / Diterima dari
KEPERLUAN
PENERIMAAN
PENGELUARAN





DEBET
KREDIT




































BAB 7
RANCANG USAHA MU

A.      MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)
1.      INFORMASI DASAR
Mendiskripsikan secara singkat tentang gambaran umum usaha yang akan dijalankan misalnya usaha keripik bayam dengan merek JAPRI adalah camilan dengan bayam sebagai bahan baku utamanya. Dibuat dari bahan yang segar, tanpa pengawet dan penyedap rasa, sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak , dewasa, hingga orang tua.
2.      Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu:
a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan
e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)
3.       Kegiatan Utama
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan
dalam usaha-mu, serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.
4.       Sumber Daya Utama
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam
keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun
tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.
5.       Target Konsumen
Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha Anda.
6.       Strategi Pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta mampu manarik hati konsumen untuk membeli.
7.       Rencana Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha yang Anda jalankan. Setelah membuat detail biaya diatas, selanjutnya dapat dibuat perhitungan biaya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Hal ini untuk mengetahui berapa banyak modal yang dibutuhkan, serta dari mana saja modal tersebut diperoleh.

Komentar

Postingan Populer