JADI PENGUSAHA MANDIRI
NAMA : NINDA IKE ALVIONITA
NIM : 180321100108
KELAS : B
NIM : 180321100108
KELAS : B
BAB I
JADI PENGUSAHA
MANDIRI (JAPRI)
Apa itu program JAPRI?
Program JAPRI terdiri dari beberapa kompenen kegiatan antara
lain pelatihan soft skills pembekalan motivasi,bagaimana mencari ide bisnis,
meningkatkan kepercayaan diri memulai berusaha, diikuti oleh pelatihan hard
skils berisi teknis keterampilan wirausaha dan dan dilanjutkan program
pembinaan, dan pendampingan kewirausahaan.
Tujuan Program JAPRI :
1.
Menggerakkan minat berwirausaha dan mengambil
resiko pada diri anak muda atau remaja.
2.
Memfasilitasi anak muda kurang mampu yang
memiliki potensi berwirausaha.
3.
Memberikan dukungan berkelanjutan bagi peserta
program, termasuk pembinaan, pendampingan, modal awal, hubungan dengan komunitas
usaha.
Karakter Pengusaha Sukses :
1.
Buat passion jadi usaha
2.
Jalankan dengan serius
3.
Rencanakan semuanya dengan matang
4.
Mengelola uang dengan bijak
5.
Fokus terhadap konsumen dan pelanggan
6.
Ciptakan keunggulan kompetitif
Menjadi Pengusaha Yang Beretika :
Etika dalam hal ini adalah cara-cara dalam melakukan
kegiatan usaha, yang mencakup sikap atau moral pengusaha dalam lingkungan usaha
serta masyarakat dan pelaku didalam rantai nilai usahanya. Seorang pengusaha
yang baik akan mengelola usahanya secara sehat, tidak merugikan orang lain
namun menguntungkan masyarakat. Beberapa cara menjadi pengusaha yang beretika :
1.
Jujur
Kejujuran adalah salah satu hal yang
penting yang dapat membangun kepercayaan konsumen, misalnya memberikan
informasi mengenai kelebihan dan kekurangan produk yang kita tawarkan.
2.
Komitmen
Seorang pengusaha senantiasa dipercayai
konsumen apabila dirinya komitmen memberikan pelayanan kepada konsumen mulai
dari awal usaha dijalankan sampai usahanya besar
3.
Loyalitas / Kesetiaan
Loyalitas adalah hal yang diperlukan agar
usaha berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik
4.
Kepedulian
Seorang pengusaha harus menjadi pribadi
yang menunjukkan kepedulian,simpatik, dan baik hati
5.
Mematuhi aturan
Dunia usaha tentu memiliki aturan-aturan
tertulis maupun tidak tertulis, patuhilah aturan-aturan tersebut agar dapat
menjadi pengusaha yang disegani masyarakat serta lingkungan sesuai dengan
peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia.
BAB II
GALI IDE USAHAMU
Analisis Pros-Cons (Aspek Positif Dan Aspek Negatif)
Analisis Pros-Cons adalah
analisis yang dilakukan untuk mengetahui apakah ide bisnis layak dijalankan
atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positif dan aspek negative dari
masing-masing ide usaha. Analisis sederhana ini digunakan apabila ada lebih dari
satu ide usaha. Dengan menggunakan analisis pros-cons ini kita dapat mengetahui
man aide usaha yang sekiranya lebih cocok untuk kita lakukan.
Dalam analisis ini pengusaha harus mencari, mengumpulkan,
dan mencatat semua informasi mengenai semua usulan mengenai ide usaha kemudian
mengelompokkannya apakah termauk aspek positif atau aspek negative. Beberapa
informasi yang harus didata adalah :
1.
Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk
menjalankan usaha tersebut
2.
Ketersediaan bahan baku
3.
Kemudahan mendapatkan bahan baku
4.
Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
5.
Keberadaan dan jumlah pesaing yang memiliki
produk sejenis
Contoh analisis Pros-Cons :
Andi memiliki dua ide usaha yaitu usaha keripik bayam dan
usaha kue bolu. Andi melakukan analisis pros-cons sebagai berikut
Untuk melakukan analisis pros-cons buatlah tabel seperti
dibawah ini. Tabel ini digunakan untuk satu ide usaha apabila mempunyai du aide
usaha maka buat dua tabel seperti ini.
|
Pros (positif)
|
Cons (negative)
|
|
1.
|
1.
|
|
2.
|
2.
|
|
3.
|
3.
|
|
4.
|
4.
|
|
5.
|
5.
|
|
6.
|
6.
|
|
7.
|
7.
|
|
8.
|
8.
|
|
9.
|
9.
|
|
Total aspek positif :
|
Total aspek negative :
|
Setelah mengetahui apa saja aspek positif dan negative yang
dimiliki, keseluruhan poin-poin tersebut di total. Tabel usaha yang memiliki
total aspek positif lebih banyak dari total aspek negative yang dinilai paling
layak untuk dijalankan.
Contoh : Andi memiliki du aide usaha yaitu usaha keripik dan
usaha roti bolu. Setelah membuat tabel aspek positif dan negative diatas
didapatkan hasil sebagai berikut:
|
Usaha keripik bayam
|
Usaha roti bolu
|
|
Total aspek positif : 7
|
Total aspek positif : 6
|
|
Total aspek negative : 5
|
Total aspek negative : 5
|
|
Jumlah : 2
|
Jumlah : 1
|
Jika dilihat dari hasil diatas ide usaha keripik bayam yang
layak untuk dijalankan karena memiliki aspek positif yang lebih banyak.
ANALISIS SWOT
Analis SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai
dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh
pengusaha serta melihat peluang (Opportunities) dan dan mencarari informasi
adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Informasi yang
digunakan dalam analisis SWOT adalah informasi yang berasal dari usulan ide
usaha yang telah lolos analisis pros-cons. Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan
cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan
peluang yang ada, dan bersiap menghadapi
ancaman dan gangguan yang muncul.
BAB III
KENALI USAHA KU
Siapa Konsumen Produkku ?
Karena kebutuhan
konsumen berbeda-beda dan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang
ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan
dipenuhi kebutuhannya Oleh
karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriteria calon konsumen.
Kriteria tersebut
meliputi
jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya.
Setelah target calon konsumen telah diketahui, maka langkah
selanjutnya adalah membuat slogan. Slogan adalah salah satu cara untuk membuat
target calon konsumen ingat dengan barang atau jasa yang dijual pengusaha.
Slogan juga akan membedakan barang atau jasa yang dijual seorang pengusaha
dengan pengusaha lain. Slogan harus singkat, mudah diingat, mudah diucapkan,
dan ada hubungannya dengan keunggulan barang atau jasa yang dijual.
KEUNGGULAN BERSAING
Dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha pasti akan
menghadapi persaingan. Beberapa pesaing sudah diidentifikasi kelebihan dan
kekurangannya. Ada beberapa cara untuk menghadapi, bertahan, dan unggul dalam
persaingan tersebut. Salah satunya adalah dengan memiliki keunggulan bersaing.
Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu:
1.
Biaya
produksi yang lebih mudah
Biaya
produksi yang lebih murah dapat dilakukan melalui beberapa hal. Misalnya dengan
menciptakan proses produksi yang mudah, mencari supplier (pemasok) bahan baku
yang murah namun tetap sesuai dengan standard, membeli bahan baku dalam jumlah yang
banyak (grosir), sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari pada
harga eceran. Dengan begitu penjual dapat menjual produknya dengan harga yang
lebih murah dari penjual yang lain.
2.
Menciptakan
perbedaan dengan produk pesaing
Perbedaan disini bukan
hanya sekedar berbeda penampilan atau rasa, namun perbedaan yang benar-benar
dibutuhkan dan memberi manfaat lebih bagi konsumen dan pelanggan. Menciptakan
perbedaan unik yang belum dimiliki oleh pesaing, yang membuat konsumen senang
dan ingat dengan produk kita dan ingin terus melakukan pembelian.
BAB IV
PRODUKSI DAN
PROYEKSI KEUANGAN
Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa
yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dikatakan produksi adalah saat
mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah
jadi menjadi bahan jadi. Misalnya, seorang penjahit mengolah kain menjadi
pakaian yang siap dipakai, atau pabrik roti mengolah beberapa bahan baku untuk
menjadi roti yang siap dimakan. Proses produksi merupakan salah satu tahapan
penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang
karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang / jasa yang
dihasilkan. Sebelum melakukan produksi, pastikan biaya produksi harus dihitung dengan
benar agar pengusaha tidak mengalami kerugian.
A.Sumber Daya Utama, Modal Awal, dan Alur Produksi
Peralatan yang
digunakan
Dalam membuat suatu produk pasti membutuhkan peralatan untuk
mendukung proses produksi. Contohnya dalam membuat produk kue kita membutuhkan
oven, mixer, baskom, Loyang, dan lain sebagainya. Buatlah tabel rincian
alat-alat yang digunakan untuk kegiatan produksi beserta dengan harganya.
|
No
|
Alat yang
digunakan
|
Jumlah unit yang
dibutuhkan
|
Sudah dimiliki/
belum
|
Biaya (Rp.)
|
|
1
|
Wajan
|
2
|
Sudah 1
|
100.000
|
|
2
|
Kompor
|
1
|
Belum
|
350.000
|
|
3
|
Baskom
|
3
|
Sudah 1
|
50.000
|
|
4
|
Sendok
penggorengan
|
1
|
Sudah
|
|
|
5
|
Sendok makan
|
2
|
Sudah
|
|
|
6
|
Tabung LPG
|
1
|
Belum
|
150.000
|
|
7
|
Timbangan
|
1
|
Sudah
|
|
|
TOTAL
|
650.000
|
|||
Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan,
terdapat juga beberapa biaya -
biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar
dapat memulai usaha dengan
lancar :
1.
Biaya
promosi awal
2.
Biaya
sewa tempat ( jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat
dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan,
biaya sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
3.
Biaya
resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur
pecah, dll.
4.
Uang
untuk membeli bahan baku awal produksi
|
No
|
Biaya- biaya
|
Keterangan
|
Biaya (Rp)
|
|
1
|
Biaya promosi awal
(biaya pemasaran)
|
Bannaer dan brosur
|
500.000
|
|
2
|
Biaya sewa tempat
(jika dibayar dimuka)
|
-
|
-
|
|
3
|
Biaya resiko
(untuk jaga-jaga)
|
-
|
100.000
|
|
4
|
Biaya bahan baku dan produksi
awal
|
-
|
120.000
|
|
TOTAL
|
720.000
|
||
Sehingga, total
modal awal yang dibutuhkan saat memulai usaha, yaitu:
Biaya untuk membeli peralatan (a) = 650.000
Biaya lainnya (b) = 720.000
Total (a) + (b) = Rp. 1.370.000
1.
Memahami Dengan Pasti Alur Proses
Produksi
Untuk memastikan
barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus
memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Isilah kotak di bawah ini
untuk memastikan bahwa kita mengetahui langkah-langkah dalam membuat produk,
mulai dari saat menyiapkan bahan baku hingga barang siap untuk dijual.
B. Biaya Produksi
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang
akan dijual. Biaya
produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk
yang akan dibuat. Dalam
menghitung biaya
produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:
a.
Biaya
Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan baku utama yang tidak bisa digantikan.
b.
Biaya
Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya untuk membayar orang yang melakukan
proses produksi
c.
Biaya
Pendukung yaitu
semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku
langsung dan biaya tenaga kerja langsung
Jika 3 biaya – biaya di atas dijumlahkan, maka total 3 biaya
tersebut disebut Harga Pokok Penjualan atau biasa disingkat
HPP. Menghitung HPP sangat penting Agar bisa diketahui berapa modal yang dibutuhkan untuk
proses produksi.
Dengan mengetahui biaya yang dikeluarkan, pengusaha bisa menetapkan harga jual dengan
benar.
C. Menetapkan Harga Jual
Tidak ada cara khusus untuk
menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan
berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual harus lebih
besar dari
harga pokok penjualan produk agar tidak rugi.
D. Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Selain biaya produksi, dalam
melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh seorang pengusaha,
yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka
biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang
dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya
operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk
mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya
pegawai ( jika ada), biaya promosi, dan lain-lain.
E. Perhitungan Untuk Menutupi Biaya Operasional
Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan
untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap
dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual. Contoh biaya sewa tempat
Rp. 100.000 jika keripik bayam terjual 100 bungkus per bulan, biaya sewa tempat
Rp. 100.000, jika keripik bayam terjual 500 bungkus per bulan, biaya sewa
tempat juga Rp. 100.000. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal
yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya
Break Even Point (BEP).
Break Even Point
(BEP) adalah
kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan
keuntungan.Cara menghitung BEP yaitu membagi Total Biaya
Operasional dengan Laba Kotor Per Unit.
F. Perhitungan Balik Modal
Untuk menghitung berapa unit yang
harus terjual supaya modal awal kembali adalah dengan cara Modal awal memulai
dibagi dengan Laba kotor per unit.
G. Target Produksi, Penjualan, dan Perkiraan Laba
Perkiraan penjualan dan laba kotor sangat bisa berubah
tergantung rencana dan target
masing-masing pengusaha. Setelah diketahui laba kotor dan
biaya operasional setiap bulan,
maka pengusaha bisa mengetahui berapa laba bersih setiap
bulannya.
BAB V
PEMASARAN
A. MENGEMBANGKAN
STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF
Agar dapat menjual
barang/jasa dengan baik, diperlukan suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal
ini bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat
menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target
konsumen kita. Namun, sebelum kita masuk lebih dalam, mari kita ulas sedikit mengenai
makna dari strategi pemasaran.
Strategi
pemasaran: cara-cara
yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual,
menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur
penjualan,
mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
Manfaat strategi pemasaran
-
Merencanakan
produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
-
Menentukan
harga jual yang tepat.
-
Mempromosikan
produk dengan cara dan saluran media yang tepat.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran
pemasaran juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price
(harga),place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi). Sebelum menerapkan 4P ada
beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
-
Solusi
Pelanggan (Customer Solution).
Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan
masalah konsumen.
-
Biaya
Pelanggan (Customer Cost).
Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh
konsumen
untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau
keinginannya.
-
Kenyamanan
(Convenience).
Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di
mana-mana.
-
Komunikasi
(Communication).
Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat
membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
B.
ANGGARAN
PEMASARAN
Hal
terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran spemasaran
yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan calon konsumen yang
dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas
pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi.
Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya tergantung
pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen.
Contoh
Anggaran Pemasaran
Bulan
: Desember 2017
Aktivitas
: Promosi
|
Media promosi
|
Harga per satuan
|
Total kebutuhan
|
Total biaya
|
|
Brosur
|
1.000
|
100 lembar
|
100.000
|
|
Spanduk
|
100.000
|
2 buah
|
200.000
|
|
TOTAL
|
300.000
|
||
BAB VI
RANCANG KEUANGAN
USAHAMU
A.
KEUANGAN PRIBADI DAN KEUANGAN USAHA
Berikut
ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi
menjadi
sehat dan seimbang:
1.
Pisahkan
keuangan usaha dengan keuangan pribadi
2.
Tentukan
jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
3.
Catat
pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
4.
Kurangi
resiko dengan cara menghindari hutang
5.
Gaji
diri sendiri
Memisahkan uang usaha dan
pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan
hasil
usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa
yang
boleh diambil untuk memenuhi
kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan
sebagai modal berputar atau
pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan
hutang.
Bagaimana caranya?
1.
Melakukan pencatatan
Lakukan pencatatan dengan rapi
setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali
catatan Anda setiap minggu untuk
menghitung berapa uang yang digunakan untuk
memproduksi barang, berapa uang
yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa
keuntungan setiap hari dan
minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang
diperoleh dalam sebulan.
2.
Alokasi Dana
Dari keuntungan yang diperoleh,
bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat
2. 10% untuk ditabung
3. 50% untuk belanja keluarga
dan pribadi
4. 25% untuk membayar cicilan
hutang
5. 12.5% untuk tabungan usaha
atau pengembangan usaha
3. Memisahkan uang usaha dengan uang pribadi
B.
MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Pengelolaan
keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha.
Keuangan
yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan
uang
keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat
dilakukan
salah
satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat
mengontrol
pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan
atau
tidak. Berikut adalah tabel yang digunakan untuk pencatatan saat masa
operasional
usaha.
PENCATATAN
KEUANGAN
NAMA
USAHA :
BULAN
: s.d
MATA
UANG :
|
1
|
|
23
|
|
DAFTAR
|
||
|
CASH
|
SALDO
|
TANGGAL
|
NO NOTA
|
Dibayarkan ke /
Diterima dari
|
KEPERLUAN
|
|
|
PENERIMAAN
|
PENGELUARAN
|
|
|
|
|
|
|
DEBET
|
KREDIT
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB 7
RANCANG USAHA MU
A.
MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)
1.
INFORMASI DASAR
Mendiskripsikan secara singkat tentang gambaran umum
usaha yang akan dijalankan misalnya usaha keripik bayam dengan merek JAPRI adalah
camilan dengan bayam sebagai bahan baku utamanya. Dibuat dari bahan yang segar,
tanpa pengawet dan penyedap rasa, sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari
oleh anak-anak , dewasa, hingga orang tua.
2.
Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan
mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu:
a) Produk (barang/jasa) yang
akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan
masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang
ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk
yang akan ditawarkan
e) Kemana saja
produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)
3.
Kegiatan
Utama
Bagian ini berisi penjelasan
mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan
dalam usaha-mu,
serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.
4.
Sumber
Daya Utama
Bagian ini berisi penjelasan
mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam
keseluruhan proses usaha. Sumber
daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun
tenaga kerja yang
dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.
5.
Target
Konsumen
Bagian ini berisi penjelasan
mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha
Anda.
6. Strategi Pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan
mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta mampu
manarik hati konsumen untuk membeli.
7. Rencana Keuangan
Bagian
ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan
dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan
dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional,
distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha
yang Anda jalankan. Setelah membuat detail biaya diatas, selanjutnya dapat
dibuat perhitungan biaya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Hal ini
untuk mengetahui berapa banyak modal yang dibutuhkan, serta dari mana saja
modal tersebut diperoleh.

Komentar
Posting Komentar